Gedung TDMRC Ulee Lheue

Gedung TDMRC (Tsunami & Disarter Mitigation Research Centre) terletak di Jl. Tgk Abdul Rahman, Gp. Pie, (jalan Ulee Lheue ke Peukan Bada) Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh. Tepatnya di sebelah Kuburan massal bekas Rumah Sakit Meuraxa (Latitude : 5º 33’13.97”E  Longitude : 95º 17’08.61”E).

Dirhamsyah, Direktur TDMRC menyebutkan, bangunan riset itu didanai oleh Badan Rekontruksi dan Rehabilitasi (BRR) Aceh – Nias, dengan anggaran sekitar Rp15 milyar. Juga dapat berfungsi sebagai escape building.

Bersama dengan Tsunami Escape Building di Desa Lambung, Desa Dayah Geulumpang dan Desa Alue Deyah Teungoh yang dibuat dengan dana dari pemerintah Jepang selesai pada bulan Austus 2008. Gedung yang sangat kokoh dan tinggi ini mempunyai tangga termasuk untuk orang cacat. Gedung ini diperuntukkan untuk tempat penyelamatan bila terjadi Tsunami.

Gedung TDMRC diresmikan 28 Juli 2008 oleh Wakil Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam, Muhammad Nazar, yang dihadiri oleh Ketua Pelaksana BRR NAD-Nias, Kuntoro Mangkusubroto, Walikota Banda Aceh Mawardi Nurdin dan DR. Darusman Mewakili Universitas Syiah Kuala.

TDMRC yaitu Pusat Studi Tsunami dan Mitigasi Bencana Universitas Syiah Kuala merupakan lembaga riset yang didirikan pada 30 Oktober 2006. Keberadaan TDMRC bertujuan untuk meningkatkan sumber daya riset kebencanaan yang berkualitas, memberikan advokasi pada pemerintah dalam membuat kebijakan, mengumpulkan dan menyediakan data terbaik dengan mempercepat prosess pengumpulan data yang tepat berkaitan dengan dampak dari bencana. Disamping itu, TDMRC juga berkontribusi meningkatkan masyarakat yang tahan bencana, berkolaborasi dengan para peneliti dan lembaga riset lainnya dalam riset-riset kebencanaan.

TDMRC sebagai salah satu ujung tombak dalam pelaksanaan dan pengembangan penelitian dibidang kebencanaan di Provinsi Aceh didisain untuk mampu menjadi lembaga riset yang handal dan tangguh, yang mampu merumuskan dan melaksanakan kebijakan riset dan pengembangan untuk memecahkan berbagai masalah kebencanaan, baik pada tingkat daerah, nasional dan internasional.

Sejarah

Bencana gempa bumi dan Tsunami yang meluluhlantakkan Nanggroe Aceh Darussalam (Sekarang Provinsi Aceh) 26 Desember 2004 lalu, telah menyebabkan hampir 230.000 penduduk meninggal dunia dan 600.000 penduduk kehilangan tempat tinggal. Sebanyak 1644 kantor pemerintah, 270 pasar, 239 pertokoan hancur 2.732 tempat peribadatan rusak. Lebih dari 1151 Sekolah dan pesantren, 33 Rumah sakit dan Rumah bersalin musnah, 58 Puskesmas dan poliklinik ikut hancur. diperkirakan 82% Jalan dan 499 Jembatan mengalami rusak total, berikut 49 pelabuhan.

Sebagai aksi tanggap setelah bencana gempa bumi dan Tsunami, Universitas Syiah Kuala (UNSYIAH) membentuk UAR (Unsyiah for Aceh Recontruction – Aksi Sumbangsih Unsyiah untuk Rekontruksi Aceh) sesuai dengan Surat Keputusan Rektor Unsyiah No. 1 tahun 2005.

UAR banyak memberikan sumbangsihnya seperti menjembatani koordinasi rehabilitasi dan rekontruksi antara Pemerintah dan masyarakat dalam mendesain rencana dasar (blue print) rekontruksi dan rehabilitasi pasca bencana gempa bumi dan Tsunami.

Dalam proses berjalannya UAR tersebut, gempa bumi dan tsunami sebagai pemahaman dasar terjadinya bencana yang terjadi, mendorong Unsyiah membentuk TRC (Tsunami Research Center – Lembaga Penelitian Riset Tsunami) sebagai pusat informasi gempa bumi dan Tsunami. Saat bersamaan terbentuk juga inisiatif upaya mitigasi jika terjadi bencana dengan membentuk MC (Mitigation Center-Pusat informasi Mitigasi).

Melihat kegiatan yang hampir serupa dari lembaga-lembaga riset tersebut dan selain itu akibat didorong oleh rasa pentingnya mengoleksi semua data-data berkaitan dengan bencana tsunami yang menghantam Aceh guna memberikan masukan dalam merekonstruksi kembali Provinsi UNSYIAH menggabungkan keduanya kedalam lembaga riset yang terintegrasi baru yang disebut TDMRC (Tsunami and Disaster Mitigation Research Center) yang dipayungi secara hukum dengan Surat keputusan Rektor UNSYIAH No. 418 tahun 2006. Lagipula, UNSYIAH yang memiliki 126 doktor dari berbagai kalangan akademisi dan pakar dari berbagai disiplin ilmu adalah sumber yang sangat berharga yang perlu dinaungi oleh TDMRC sehingga sumber daya yan ada baik manusia material dan alat dapat menjadi pusat perkembangan rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh sekaligus menjadi pusat manajemen bencana yang berpengaruh baik dilevel nasional maupun internasional.

Kerjasama

TDMRC menjalin kerjasama yang baik dengan banyak lembaga atau organisasi dari berbagai tingkat, baik dari lokal, nasional maupun internasional

  • Hyogo Prefecture, Jepang, Pengembangan Museum Tsunami – Hyogo Prefecture Building.
  • Pemerintah Kota Banda Aceh dan BRR NAD-Nias, Perencanaan Kontijensi Kota Banda Aceh.
  • Sea Defence Consultant (SDC), Tsunami Modeling dan Pengembangan Gedung Penyelamatan.
  • Fuji Tokoha University, Kerjasama dibidang Pendidikan Kebencanaan
  • PMI dan SDC, Latihan Evakuasi Tsunamai (Tsunami Drill).
  • Research Center for Urban Safety and Security (RCUSS)
  • International Centre for Water Hazard and Risk Management (ICHARM), Flood Risk Management and Assessment
  • Pacific Tsunami Museum Hawaii
  • Kementerian Riset dan Teknologi
  • Badan Pengkajian dan Pengembangan Teknologi (BPPT)
  • Kobe University
  • Earth Megacities Initiatives, EMI
  • Oregon State University Wave Center – OSU
  • Nagoya University
  • Pittsburgh University
  • Netherland Organization Applied Scientific Research
  • Deltares, Harmonic Analysis Sea Level Data
  • NGIS New Zealand
  • Hawaii University, Digital Archive
  • Swedish Env. University, CCA Assessment
  • New Mexico St. University, Disaster Awareness/Education
  • Tokyo University
  • Stanford University, Paleotsunami
  • Canada Sri Lanka Consortium for Post Tsunami Restoration (CSUC-PTR), Joint Paper Publication
  • Karlsruhe University, Harmonic analysis

Kegiatan TDMRC :

  • DIVISI RISET TERAPAN
    • Kerjasama Penelitian Jangka Panjang Tentang Dampak Rehab-Rekon terhadap Kondisi Sosial-Ekonomi Masyarakat Pasca Tsunami di Wilayah Kecamatan Meuraxa.
    • Training Desain Teknis untuk Pekerjaan Perlindungan Pantai
    • Penelitian tentang Population Data Development for Evacuation Simulation at Meuraxa Sub-Distric di Bawah Payung Kerjasama JICA-JST
    • Proyek Penelitian Percontohan Pengelolaan Risiko Banjir di Wilayah Sungai Terpilih Provinsi Aceh–Indonesia.
    • Rapid Assessment dalam Pemilihan Sepuluh Kabupaten di Aceh yang Paling Be-Risiko terhadap Bencana, Des 2009 – Jan 2010
    • Workshop tentang Tsunami Modelling.
    • Penelitian Identifikasi Karakteristik dan Kebutuhan Rumah Tangga Miskin Berdasarkan Topologi Wilayah di Provinsi Aceh
  • DIVISI PENDIDIKAN, TRAINING DAN ADVOKASI
    • Sekolah Siaga Bencana (SSB) di Banda Aceh.
    • Town Watching
    • Kegiatan Sosial Divisi Pendidikan dan Training TDMRC-UNSYIAH.
    • Siaga Bencana alam dalam Konteks Spiritual.
    • Uji Keterbacaan
  • DIVISI MANAJEMEN PENGETAHUAN
    • Aceh Tsunami Digital Repository (ATDR)
    • Disaster Risk Management Information System (DRMIS)
    • Pusat Informasi Bencana Aceh (PIBA)
    • Data dan Informasi Bencana Aceh (DIBA)
  • DIVISI LAYANAN PROFESIONAL

untuk kontak dapat menghubungi  : Phone : +62 651-7471107, +62 651 8052 009.  Fax : 62 651 8052 168

terimakasih :

Perihal bpmkotabandaaceh
Badan Pemberdayaan Masyarakat Kota Banda Aceh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: