Seminar “Banda Aceh Model Kota Madani”

suasana seminar (theglobejournal.com)

Pemko Banda Aceh pada hari Kamis ((27/9/2012) melaksanakan seminar bertajuk “Satukan langkah kita wujudkan Banda Aceh Model Kota Madani” di Aula Balaikota Banda Aceh Gedung A Lt 4, untuk menyatukan persepsi menyangkut dengan Kota Madani dan mendapatkan masukan dari berbagai Stakeholder dalam penerapan visi misi yang akan dituangkan kedalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) tahun 2012 -2017 , sehingga akan ada sinerginisasi dan sinkronisasi mindset dalam memahami serta menginterpretasi makna sejatinya Kota Madani tersebut. Demikian juga akan menjadi pemahaman bersama bagaimana cara mengaktualisasi dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam torehan sejarah, Kota Banda Aceh merupakan sebuah kota yang tertata rapi dan baik serta terpola semenjak dahulu. Apa lagi dalam upaya penerapan Syariat Islam dari sejak dulu sudah sangat dikenal. Sehingga Aceh disebut sebagai Kota Serambi Makkah. Serambi Makkah ini bukan sekedar jargon dan hanya simbol belaka. Ada banyak lahir ulama-ulama besar dan sangat terkenal sampai ke mancanegara. Diantaranya Teungku Syiah Kuala (1693 M).  Demikian juga dengan kemegahan Sultan Iskandar Muda (1636 M) dalam penegakan Syariat Islam.

Atas dasar itulah Kota Banda Aceh dibawah kepemimpinan Mawardi Nurdin – Illiza Sa’aduddin Djamal mengusung Visi – Misi menciptakan “Banda Aceh Model Kota Madani.” Dimana kota yang penduduknya beriman dan berakhlak mulia. Hal penting lain dari konsep Madani tersebut adalah kerukunan dan toleransi dalam setiap perbedaan. Taat hukum serta memiliki ruang publik yang luas. Dengan demikian lahirlah Kota Banda Aceh yang ramah, partisipatif dalam setiap pembangunan. Akan lahirlah jati diri  yang ramah, taat aturan, sejahtera, berbudaya dan beradab. “Karena itulah Pemerintah Kota Banda Aceh sangat berkomitmen untuk meningkatakan kualitas keimanan warga menuju penerapan Syariat Islam secara kaffah.

Kemudian membangun Banda Aceh kota Madani itu merujuk pada pola Rasulullah Muhammad SAW saat  membangun Kota Madinah setelah hijrah dari Makkah. Kota tersebut semula bernama Yatsrib yang kemudian berubah menjadi Madinah – berarti Kota. Tentunya dengan Kota Madani tersebut akan menciptakan tatanan ekonomi kerakyatan serta menumbuhkan masyarakat yang berintelektualitas serta berwawasan luas. Memiliki kemampuan dalam mengelola teknologi informasi yang tepat guna serta melestarikan seni budaya yang ada di Banda Aceh. Pemerintah bertekad untuk melanjutkan pembangunan yang berwawasan Islami dengan melibatkan serta peran aktif generasi muda sebagai kekuatan utama dalam setiap pembangunan.

Hal yang lain yang akan dilakukan juga membangun infrastruktur pariwisata yang Islami. Demikian juga meningkatkan partisipasi perempuan dalam ranah publik, melindungi anak dan juga kelompok marjinal. Oleh karena itu, untuk mewujudkan visi misa tersebut butuh partisisipasi semua pihak. Partisipasi tersebut baik melalu seminar-seminar maupun instrument lainnya.

  • Pembicara :
    • Datuk Taqiyuddin bin Haji Hasan (menggantikan Tuan Guru Dato Bentara Setia Haji Nik Abdul Aziz Bin Nik Mat /Menteri Besar Negeri Kelantan Malaysia)
    • Ir.Tarmizi A.Karim,M.Sc (Dirjen PMD Kemendagri) – batal
    • Prof.Dr.Al Yasa’ Abubakar,MA (Guru Besar IAIN Ar-Raniry)
    • Prof.Dr.Syahrizal Abbas,MA (Guru Besar IAIN Ar-Raniry)
  • Pemandu        : Mawardi Ismail,SH,MH ( pakar hukum Universitas Syiah Kuala)
  • Pembanding : Prof.Drs.Yusny Saby,MA,Ph.D (pakar ilmu pemikiran Islam IAIN Ar-Raniry)

theglobejournal.com

——————————————————–
Kelantan, Model Kota Islami
Sebelumnya satu rombongan dari Banda Aceh terdiri dari :
  • Ibu Illiza Saaduddin Djamal (Wakil Walikota Banda Aceh)
  • Bapak Zulkifli Hs (mantan Pj Wali Kota Sabang)
  • Mairul Hazami (Kadis Syariat Islam Kota Banda Aceh)
  • Tgk A. Karim Syeikh, MA (Ketua MPU Kota Banda Aceh)
  • Tgk. Fakhruddin Lahmuddin, M.Pd (Pimpinan Pompes Oemar Diyan)
  • Usman Waki Gam (pengusaha).
bertolak ke Negeri Kelantan, Malaysia untuk bertemu Menteri Besar atau Gubernur Kelantan Tuan Guru Nik Abdul Aziz membicarakan kesediaan beliau menjadi keynote speaker (pembicara kunci) pada Seminar Kota Banda Aceh pada 27 September 2012.
Rombongan disambut oleh Ustaz Rusydi Sekretaris Gubernur. Setelah jamuan makan malam , rombongan diantar ke Hotel Khalifa di depan Masjid Negeri. Sepanjang jalan dari bandara ke hotel, kota lengang, tak ada hiburan malam, bahkan tidak tampak ada kafe dan warnet yang buka.
Esoknya, pagi pukul 10 diterima oleh Gubernur Tuan Guru Nik Aziz. Setelah berbincang satu jam, beliau nyatakan sangat berhasrat datang ke Aceh, tapi beliau perlu mempertimbangkan kesehatannya karena sudah berumur 81 tahun. Beliau kata, kalau kondisi memungkinkan beliau akan hadir ke Aceh untuk share pengalaman memimpin dengan keteladanan, kesederhanaan, dan konsistensi dengan nilai-nilai agama selama 22 tahun menjadi gubernur. Setelah pertemuan dengan gubernur, rombogan ke kantor walikota bertemu sekda kota yang dalam istilah Malaysia disebut Setiausaha Majlis Perbandaran Bandar Raya Kota Bahru. Dari presentasi sekda banyak masukan hal ikhwal implementasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan rakyat Kelantan. Sejak Partai Islam Semalaya (PAS) di bawah kepemimpinan ulama kharismatik Tuan Guru Nik Aziz berkuasa di Kelantan dari tahun 1990 telah terjadi perubahan yang fundamental ke arah nilai-nilai Islam. Di antaranya :

  • Tidak boleh ada judi dan minuman keras di Negeri Kelantan sekalipun untuk nonmuslim yang menetap atau sekadar melawat, sementara di banyak negeri lain di Malaysia kita jumpai kedai-kedai yang menjual numor judi buntut secara resmi atau berizin.
  • Semua uang pemerintah harus ditempatkan di bank-bank syariat.
  • Semua muslimah harus memakai busana islami, bahkan pemerintah membagikan brosur kriteria busana islami.
  • Materi baliho-baliho di kota pun semua harus islami.
  • Dalam setiap pertunjukan (keramaian) tidak boleh bercapur penonton laki-laki dengan perempuan. Bahkan perempuan yang berusia di atas 13 tahun tidak boleh tampil menyanyi di hadapan para penonton lelaki, meskipun lagunya kasidah atau nasyid. Mereka hanya boleh menyanyi atau menari di depan penonton perempuan saja.
  • Semua warnet tidak boleh ada layanan website porno, Jam bukanya dibatasi hanya sampai pukul 10 malam. Bila ada pelanggaran terhadap aturan-aturan tersebut akan dikenakan denda sekitar 500 RM (Rp 1,5 juta) dan jika diulangi, maka akan dicabut izin usahanya.
  • Setiap yang memohon IMB rumah, maka rumah minimal harus memiliki tiga kamar, satu kamar bapak dan ibu, satu anak laki, dan satu anak perempuan. Hal ini untuk memisahkan kamar anak laki dengan anak perempuan bila sudah balig. Juga disarankan supaya motif bangunan bercorak islami.
————————————————–

Profil Menteri Besar Kelantan : Tuan Guru Dato’ Bentara Setia Haji  Nik Abdul Aziz bin Nik Mat

  • Merupakan Menteri Besar Kelantan ke-12 , Namun beliau lebih terkenal sebagai seorang ulama, di samping merupakan Mursyidul Am Parti Islam Se-Malaysia(PAS).
  • Tahun 2008, Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GERAK) telah menganugerahkan beliau sebagai Menteri Besar yang memiliki rekord paling bersih di Malaysia. Anugerah itu diberikan untuk menghargai usaha beliau menentang korupsi selama memimpin Kelantan.
  • Tahun 2009, beliau termasuk diantara 50 tokoh Islam berpengaruh didunia dalam buku berjudul “The 500 Most Influential Muslims”.

Kehidupan pribadi

Dilahirkan pada tahun 1931 di Kampung Pulau Melaka, Kota Bharu beliau merupakan anak kedua daripada sembilan orang bersaudara. Dari hasil perkawinan dengan isterinya (Tuan Sabariah Binti Tuan Ishak)  beliau dikaruniai 10 orang anak (5 lelaki dan 5 perempuan).

Nik Aziz dikenal sebagai seorang Menteri Besar yang paling zuhud dan wara’.  Beliau senantiasa dalam keadaan berjubah dan bersurban. Beliau mengaku sholat dalam keadaan gelap bila berada di dalam kantornya karena tidak mau menggunakan uang negara untuk kepentingan dirinya. Rumahnya pula hanyalah sebuah rumah kampung biasa seperti yang dimiliki oleh rakyat kebanyakan. Rumahnya tidak berpagar sama sekali dan tiada Satpam yang digaji untuk menjaganya.

Sebelum menjadi Menteri Besar, beliau adalah seorang guru agama yang aktif. Beliau pernah mengajar di Sekolah Menengah Agama Tarbiyyah Mardiah, Sekolah Menengah Agama Darul Anwar dan Sekolah Menengah Ma’had Muhammadi yang kesemuanya terletak di Kelantan. Maka tidak heran beliau lebih akrab dengan gelaran ‘Tuan Guru’ di kalangan rakyat Malaysia. Malah sehingga kini, beliau masih lagi aktif menyebarkan ilmu-ilmu Islam kepada masyarakat. Pada hampir setiap pagi, beliau akan menjadi imam kepada Sholat Subuh dan kemudiannya memberikan kuliah ringkas di sebuah masjid yang terletak hanya beberapa langkah dari rumahnya.

Pendidikan

Nik Aziz mendapat pendidikan awal dari ayahnya sendiri, Tuan Guru Haji Nik Mat Raja Banjar di kediamannya di Pulau Melaka. Beliau tamat dalam bidang Sarjana Perundangan Islam dari Universitas al-Azhar di Mesir. Ketika belajar, beliau pernah menjadi salah seorang saksi Perang Arab-Israel.

Beliau juga pernah belajar di:

  • Sekolah Kebangsaan Kedai Lalat, Kelantan (3 Bulan) – 1936
  • Sekolah Pondok Tok Kenali Kubang Kerian, Kelantan
  • Sekolah Pondok Tok Guru Haji Abbas, Besut, Terengganu
  • Universitas Deoband, India – 1952
  • Universitas Lahore, Pakistan – 1957
  • Universitas al-Azhar, Mesir – Ijazah Sarjana Muda Pengajian Bahasa Arab.
  • Universitas al-Azhar, Mesir – Sarjana Perundangan Islam.

Beliau mampu berkomunikasi dalam bahasa Arab, Urdu, Inggris dan Tamil

Politik :

Tuan Guru menjadi anggota PAS pada tahun 1967, kini beliau adalah Mursyidul Am partai tersebut. Sejak tahun 1990, beliau telah memegang tampuk pimpinan sebagai Menteri Besar Kelantan. Beliau juga adalah seorang ADUN bagi kawasan N.06 Chempaka, Kelantan. Pada pemilihan umum ke-11, Nik Aziz meraih kursi tersebut setelah mengalahkan Ruhani Mamat (BN) dengan suara pemilih sebanyak 3,694.

Pada Pemilihan UmumMalaysia ke-12, beliau berlawanam dengan Datuk Dr Nik Mohd Zain Omar dari Barisan Nasional (BN) di kawasan DUN yang sama. Menurut peraturan, Nik Aziz sudah bisa menang tanpa bertanding pada hari pendaftaran calon apabila lawannya itu lupa menandatangani formulir pendaftaran calon. Namun beliau tidak mau menang dengan cara begitu lalu meminta calon BN itu menandatangani kembali formulir pencalonan tersebut. Hasil pemilihan umum ini memberikan kemenangan kepada Nik Aziz dengan jumlah pemilih lebih besar, yaitu 4,249.

Beliau bersedia untuk melepaskan jabatan sebagai seorang Menteri Besar selepas Pemilihan umum yang terbaru ini. Penggantinya itu akan dipilih melalui satu proses pemilihan. Namun jika pemilihan tersebut menyebabkan beliau terus dipilih, beliau bersedia meneruskan tanggungjawab itu walaupun sudah terlibat dalam politik PAS sejak 42 tahun lalu.

Beliau dituduh melakukan kronisme dengan melantik menantunya Ariffahmi sebagai CEO PMBK, tetapi beliau menyatakan pelantikan itu berdasarkan kelayakan pendidikan tinggi dan pengalaman luas dalam bidang kejuruteraan. Ariffahmi akhirnya meletakkan jabatan.

Kesehatan :

Beliau mempunyai masalah kesehatan jantung, darah tinggi dan gastrik. Pada akhir tahun 2004, beliau masuk rumah sakit setelah mendapat serangan jantung. Pada tahun 2007, beliau dirawat di Hospital Universitas Sains Malaysia (HUSM) karena keletihan.  Beliau sendiri mengakui bahwa kesehatannya semakin terganggu sejak akhir-akhir ini. Namun itu semua tidak menghalangnya untuk terus berbakti kepada masyarakat.

Alamat : Pejabat Menteri Besar Kelantan,
Tingkat 1 & 2, Blok 1, Kota Darulnaim, 15502 Kota Bharu, Kelantan.

Perihal bpmkotabandaaceh
Badan Pemberdayaan Masyarakat Kota Banda Aceh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: