Target Angka Kemiskinan Banda Aceh 2017 : 4,94 %

Balaikota Banda Aceh (bisnisaceh.com)

Pemerintah Kota Banda Aceh menargetkan proyeksi angka kemiskinan pada tahun 2017 turun menjadi 4,94 %, dibandingkan tahun 2013 sebesar 8,58 % sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kota Banda Aceh Tahun 2012-2017.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bappeda Kota Banda Aceh, Ir. Bahagia dalam FGD Multipihak dalam Pengawalan RPJM Kota Banda Aceh Tahun 2012-2017 di Aula Bappeda Kota Banda Aceh beberapa hari yang lalu.

Kegiatan FGD ini dilaksanakan oleh GeRAK Aceh bekerjasama dengan Bappeda Kota Banda Aceh, Seknas FITRA dan Ford Foundation dalam Program SAPA II yang diikuti oleh Asisten II, Ramli Rasyid, Ketua DPRK, Bappeda, Dinas PU, Dinas Pendidikan,Dinas Kesehatan, BPM, Flower Aceh, USAID Kinerja dan perwakilan masyarakat dari 9 kecamatan.  

Menurutnya, proyeksi penurunan angka kemiskinan ini sudah dimasukkan dalam RPJM yang saat ini sedang dibahas. Pada Tahun 2010 angka kemiskinan di Kota Banda Aceh sebesar 9,19 % dan akan ditargetkan turun pada 2013 menjadi 8,58%. ”Tahun 2014 target menjadi 7,76%, kemudian target 2015 turun hingga 6,57% dan tahun 2016 turun jadi 5,64%”, ungkap Bahagia.

Lanjutnya, prioritas intervensi dan wilayah untuk penanggulangan angka kemiskinan di Banda Aceh adalah di Kecamatan Meuraxa dan Baiturrahman. ”Meuraxa merupakan angka tertinggi tingkat kemiskinan di Banda Aceh dengan jumlah 714 KK penduduk miskin”, jelasnya.

Menurutnya, Kecamatan Meuraxa merupakan wilayah paling parah terkena bencana tsunami, sehingga menjadi prioritas untuk menanggulangi angka kemiskinan di Banda Aceh.

Sementara angka fakir tertinggi di Banda Aceh, jelasnya yaitu sebanyak 616 KK. ”Wilayah ini merupakan pusat perdagangan sehingga banyak pendatang yang masuk dari luar Kota Banda Aceh,” tandasnya.

Untuk itu, tambahnya dalam menanggulangi angka kemiskinan akan dilakukan upaya pemberian modal usaha dan pelatihan ketrampilan.

Kepala Divisi Kebijakan Publik GeRAK Aceh, Isra Safril kepada The Globe Journal, Kamis (18/12) sore tadi mengatakan FGD itu untuk memfasilitasi masyarakat dan LSM dengan Pemko Banda Aceh guna melihat arah kebijakan Pemko dalam RPJM Kota Banda Aceh yang saat ini masih dibahas oleh Pemko.   ‘

“Target kita juga untuk menerima masukan masyarakat secara langung didepan kepada Pemko Aceh terhadap penyempurnaan , guna melahirkan RPJM yang sesuai dengan harapan masyarakat Kota Banda Aceh,” jelasnya.

theglobejournal.com

Jumat (19/10/2012). Rapat Koordinasi Tim Kordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) di aula Balaikota Banda Aceh. Dibuka oleh Walikota Banda Aceh. diikuti oleh tujuh Kab/Kota dengan menghadirkan Wakil Walikota/Bupati masing-masing daerah seperti Wakil Bupati Serdang Bedagai, Wakil Bupati Kabupaten Batubara, Wakil Bupati Tebing Tinggi Provinsi Sumut, serta Wakil Walikota Sabang, Wakil Bupati Aceh Besar dan Wakil Bupati Pidie Jaya Provinsi Aceh.

Rakor yang dipimpin langsung oleh Wakil Walikota Banda Aceh Hj. Illiza Sa’aduddin Djamal, SE juga diikuti oleh para Kepala Bappeda dan BPM masing-masing daerah, organisasi masyarakat sipil, perguruan tinggi, dunia usaha dan perbankan, serta pelaku PNPM Pedesaan dan Perkotan. Sementara yang bertindak sebagai narasumber pada RAKOR TKPKD adalah Hadi Santoso Asisten Deputi Urusan Pengarusutamaan Kebijakan dan Anggaran Kemenkokesra RI .
Iklan

Perihal bpmkotabandaaceh
Badan Pemberdayaan Masyarakat Kota Banda Aceh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: