Banda Aceh Kota Pusaka

Komplek Masjid Raya Baiturrahman(09/11/2012). Dalam peringatan Haritaru 2012 di Jakarta(08/11/2012), Kota Banda Aceh bersama sembilan kota lainnya disematkan Icon Kota Pusaka, karena komitmen terhadap penataan dan pelestarian Kota Pusaka (SERAMBI/HARI TEGUH PATRIA)

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menetapkan Kota Banda Aceh sebagai satu dari 10 Kota Pusaka di Indonesia. Penyematan Kota Pusaka itu dilakukan Wakil Menteri PU, Achmad Hermanto Dardak, pada Sarasehan dan Penandatanganan Kesepakatan Kota Hijau dan Kota Pusaka untuk Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan, di Jakarta, Kamis (8/11/2012).

Ke 10 kabupaten/kota yang ditetapkan sebagai pilot project Kota Pusaka Indonesia yaitu, Banda Aceh (Aceh), Banjarmasin (Kalimantan Selatan), Bau Bau (Sulawesi Tenggara), Karangasem (Bali), Denpasar (Bali), Yogyakarta (DIY), Semarang (Jawa Tengah), Bogor (Jawa Barat), Palembang (Sumatera Selatan), dan Sawahlunto (Sumatera Barat).

Para pimpinan 10 kabupaten/kota tersebut, Kamis (8/11) berkumpul di Kementerian PU untuk menandatangani Piagam Komitmen Kota Pusaka untuk menjalankan Rencana Aksi Kota Pusaka. Kesepuluh kota ini akan dipersiapkan untuk menjadi World Heritage City (Kota Warisan Dunia) dan akan mendapat fasilitasi untuk inventarisasi dan dokumentasi aset pusaka.

“Tak perlu langkah besar untuk menjalankan Rencana Aksi Kota Pusaka. Karena kita sejak awal sudah komitmen menjadikan Banda Aceh sebagai Kota Pusaka,” kata Wali Kota Banda Aceh, Ir Mawardy Nurdin MEngSc yang dihubungi Serambi tadi malam, saat menghadiri pemberian Anugerah Kihajar 2012 di Jakarta.

Mawardy Nurdin yang juga salah satu unsur Ketua Jaringan Kota Pusaka Indonesia, berjanji akan merawat semua pusaka yang ada di Kota Banda Aceh dengan baik. Dia mencontohkan toko-toko milik warga keturunan Cina di kawasan Peunayong yang merupakan sebuah desa di Banda Aceh.

Inventarisir aset pusaka
Ditetapkannya Banda Aceh sebagai Kota Pusaka karena Banda Aceh adalah salah satu kota tertua di Indonesia dan memiliki banyak potensi pusaka. “Nantinya, Kementerian PU akan membantu dalam perencanaan kota pusaka dan dipersiapkan menjadi World Heritage City,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Banda Aceh, Reza Fahlevi MSi, secara terpisah, tadi malam.

Menurut Reza, dengan penetapan Banda Aceh sebagai Kota Pusaka, pihaknya akan menginventarisi kembali potensi-potensi pusaka yang ada di Banda Aceh dengan melibatkan para arsitektur dari Unsyiah dan unsur BP3. “Setelah itu, yang paling penting adalah sosialisasi kepada masyarakat, meningkatkan kualitas dan melestarikan berbagai pusaka yang ada,” ujar Reza.(saf/*)

sumber : http://aceh.tribunnews.com

Perihal bpmkotabandaaceh
Badan Pemberdayaan Masyarakat Kota Banda Aceh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: