Jalur Sepeda Kota Banda Aceh

ilustrasi (informasisurabaya.com)

Pemerintah Kota Banda Aceh (Pemko) akan menyediakan jalur khusus sepeda di sepanjang jalan protokol dalam kota. Rencana itu akan diwujudkan awal tahun depan, dimulai dari Jalan T Imuem Luengbata, disusul dengan sejumlah ruas jalan lainnya.

Wali Kota Banda Aceh, Mawadry Nurdin menyebutkan, rencana itu untuk memberi rasa aman dan kenyamanan bagi para pengguna sepeda dan mengurangi dampak polusi udara, serta sebagai langkah mewujudkan Kota Banda Aceh sebagai kota hijau (green city).

“Untuk mempercepat terwujudnya Kota Banda Aceh sebagai kota hijau, tentu tidak sekedar terfokus pada penanaman pohon. Tapi, hal lain yang perlu diprioritaskan yakni sisi pengurangan polusi udara dari transportasi serta pengelolaan limbah yang ramah lingkungan,” kata Mawardy saat membuka Sosialisasi Kota Hijau, di Taman Putroe Phang, Banda Aceh, Selasa (27/11/2012).

Pembukaan akses bagi pengguna sepeda di semua jalan protokol dalam Kota Banda Aceh itu diperkirakan rampung pada tahun 2015. Tujuan itu, kata Mawardy, seiring bertambahnya pengguna sepeda di Banda Aceh.

“Kita ingin memberikan kenyamanan bagi pengendara sepeda dan pejalan kaki. Sehingga kami harapkan, akses khusus bagi para pengguna sepeda tidak digunakan oleh pengendara sepeda motor. Rencana awal, masing-masing luas jalur bagi pengguna sepeda itu sekitar 3 meter,” ujar Mawardy.

Berkaitan dengan sosialisasi Kota Hijau, Pemerintah Kota Banda Aceh terus memacu program-program penghijauan, di samping terus berusaha menambah Ruang Terbuka Hijau (RTH) untuk mencapai 30 persen sesuai amanat Undang-undang nomor 26 tahun 2007 tentang penataan ruang.

Menurut Mawardy, kota hijau adalah metafora dari kota yang berkelanjutan, meliputi delapan atribut  Ditambahkan, Kota Banda Aceh merupakan satu dari 60 kota di Indonesia yang diproyeksikan oleh Kementrian PU dalam Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH). Program itu merupakan reward yang diberikan Kementerian PU, karena Pemko Banda Aceh merupakan  pemerintah daerah yang tercepat merampungkan regulasi tentang RTRW, yakni Qanun Nomor 4 tahun 2009.(mir)

sumber : http://aceh.tribunnews.com

Perihal bpmkotabandaaceh
Badan Pemberdayaan Masyarakat Kota Banda Aceh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: