Darul Ulum Dayah Terbaik Binaan PKK

darul ulumBANDA ACEH – Pesantren/Dayah Darul Ulum, Gampong Keuramat, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, terpilih sebagai juara I untuk kategori pesantren/dayah terbaik binaan Tim Penggerak PKK Aceh dalam Lomba Gampong Mawaddah Warahmah (Gammawar) tahun 2012.

Lomba ini merupakan implementasi 10 Program Pokok PKK melalui Gampong Mawaddah Warahmah (Gammawar), dan Pasantren Binaan PKK Se-Aceh.

Juara II untuk kategori yang sama diraih Pesantren Jabal Nur Jadid, Gampong Meurandeh, Kecamatan Lembah Sabil, Abdya, dan juara III Pesantren Darul Faizin, Gampong Kiran Baroh, Kecamatan Jangka Buya, Pidie Jaya.
Selain kategori pesantren/dayah terbaik, Tim Penggerak PKK Aceh juga memilih para juara untuk kategori pelaksana terbaik 10 program pokok PKK, serta pemenang Kegiatan PKK KB Kesehatan TP PKK kabupaten/kota tingkat Provinsi Aceh Tahun 2012.

Koordinator tim penilai, Maryati B SH MH mengatakan, penetapan para juara untuk tiga kategori tersebut ditetapkan dengan Surat Keputusan Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Ny Niazah AH Zaini, nomor 82/KEP/PKK.ACEH/XII/2012.

“Peserta Gammawar diikuti oleh 18 gampong dari 18 kabupaten/kota. Sementara untuk lomba Pasantren Binaan PKK diikuti oleh 12 pasantren dari 12 kabupaten/kota,” tulis Maryati dalam rilis yang diterima Serambi, Senin (10/12) kemarin.

Selain itu, dalam rangka Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK, KB dan Kesehatan, kata Maryati, juga ada penilaian untuk administrasi PKK terbaik, lingkungan bersih dan sehat, serta pemanfaatan halaman rumah.(rel/yat)

sumber : http://aceh.tribunnews.com

=======================================================

Dayah Modern Darul Ulum

Dayah Modern Darul Ulum (Ma’hadu Daarul Ulum al-Ashry) adalah pondok pesantren terpadu yang mengkolaborasikan pendidikan ilmu pengetahuan agama Islam dengan pendidikan ilmu pengetahuan umum. Didirikan pada tahun 1990 dan tepat pada tanggal 1 Juni 2012 akan genap usianya 22 tahun.

Darul Ulum merupakan Pesantren di bawah naungan Yayasan Pembangunan Umat Islam berdiri di atas tanah milik yayasan seluas ± 48.938 m² yang beralamat di Jalan Syiah Kuala nomor 5 Gampong Keuramat Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh Provinsi Aceh. Lokasi ini menempatkan Darul Ulum berada di tengah-tengah kota Banda Aceh dan hanya berjarak ± 2 km dari Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.

Pesantren yang saat berdirinya hanya memiliki 14 orang santri ini, pada awalnya hanya membuka satu jenjang pendidikan formal yaitu Madrasah Tsanawiyah. Dan seiring berjalannya waktu, tepatnya pada tahun pelajaran 1993/1994, barulah di buka jenjang menengah atas (Madrasah Aliyah). Dan dengan bergabungnya SMP Islam di bawah naungan pesantren pada tahun pelajaran 2000/2001 (sebelumnya berdiri sendiri), maka hingga saat ini Darul Ulum memiliki 3 buah lembaga pendidikan formal yang melaksanakan kurikulum nasional, yaitu Madrasah Tsanawiyah Darul Ulum, SMP Islam Darul Ulum, dan Madrasah Aliyah Darul Ulum, dengan total keseluruhan santri hingga saat ini sebanyak ± 750 orang.

Adanya dua madrasah di jenjang wustha (menengah pertama), tidak membedakan kurikulum yang diterapkan di dalamnya. Di samping kurikulum nasional yang telah memiliki standar di seluruh tanah air, bagi mereka juga akan mendapatkan pendidikan Islam dengan kurikulum yang sama di antara keduanya. Perbedaannya hanya pada ijazah yang mereka peroleh pada akhir pembelajaran. Santri pada Madrasah Tsanawiyah akan mendapatkan Syahadah (Ijazah) dari Kementerian Agama, sedangkan SMP Islam dari Kementerian Pendidikan Nasional.

Perpaduan kurikulum pendidikan ini menjadikan Darul Ulum sebagai lembaga pendidikan alternatif dan diharapkan akan menciptakan generasi Islam masa depan yang tidak hanya luas pemahamannya tentang pengetahuan umum, namun juga menjadikan mereka memahami Islam sebagai penuntun kehidupan di dunia dan akhirat.

Kurikulum pesantren (al-Manaahij al-Ma’hadiyah) yang diterapkan meliputi pengetahuan tentang Aqidah, Akhlaq, al-Quran (Qiraatul Quran wa Tajwid, Ulumul Quran, Tafsir), Hadits (Hifdzul Hadits, Musthalah al-Hadits), Fiqh (qiraatul kutub al-Islamiyah), pengetahuan bahasa (Nahwu, Sharaf, Balaghah, Muthalaah an-Nushus al-Arabiyah, Insyak, Mumarasah Lughawiyah, Tarjamah, English conversation, Reading, Grammar), dan ‘Amaliyah at-Tadris (praktek mengajar) yang diharapkan dapat menjadi kontribusi untuk kesinambungan pendidikan Islam. Keseluruhan materi tersebut diajarkan berdasarkan batasan-batasan yang telah dirancang sedemikian rupa untuk setiap jenjangnya.

Dalam keseharian, para santri melaksanakan aktifitasnya dalam bingkai jadwal dan peraturan-peraturan yang telah ditetapkan guna membiasakan mereka dalam kedisiplinan dan kemandirian. Diantara peraturan yang wajib diikuti adalah menjalankan syariat Islam, menggunakan bahasa Arab atau Inggris dalam berkomunikasi, dan wajib bermukim (tidak boleh keluar komplek pesantren tanpa permisi).

Di tengah kurikulum wajib yang harus diikuti, mereka juga dapat mengikuti kurikulum tambahan (ekstrakurikuler). Kegiatan ekstrakurikuler ini diantaranya bersifat wajib, dan ada juga yang optional. Kegiatan ekstrakurikuler yang wajib diikuti adalah Tadrib al-Khitabah (latihan pidato). Sedangkan yang bersifat optional diantaranya adalah Tahfidh al-Quran Club (selain hafalan wajib), Language Club, Seni Tari, Drama, Nasyid, Klub olahraga (Sepak bola, volley, basket, Boxer), dan lain sebagainya. Seluruh kegiatan tersebut juga di bawah pembinaan dewan guru (asatiz) yang berkompeten di bidangnya masing-masing.

Jadwal kegiatan para santri telah disusun untuk setiap pergantian menit dalam hari-hari mereka. Bermula dari bangun pagi di shubuh hari sampai tidur kembali pada malam harinya.

Para dewan guru (asatiz) yang mengajar di Dayah Modern Darul Ulum adalah alumni dari berbagai lembaga pendidikan dan dari beragam konsentrasi keilmuan yang didalami. Mereka merupakan lulusan S1 dan S2 dari universitas di dalam maupun luar negeri, alumni dari beberapa pesantren tradisional di Aceh dan alumni Dayah Modern Darul Ulum sendiri. Diantaranya telah menyelesaikan pendidikannya di Universitas Syiah Kuala, IAIN Ar-Raniry, UGM, IPB, George Mason University, Khourtum International Institute, Dayah Darussalam Labuhan Haji, Ponpes Darussalam Gontor, Dayah Darul Huda Paloh Gadeng, dll. Ditambah dengan beberapa lulusan dari pendidikan kesehatan yang menangani kesehatan santri.

Para alumni Dayah Modern Darul Ulum telah melanjutkan pendidikannya ke berbagai universitas di dalam maupun luar negeri. Sebagian besarnya telah diterima menjadi mahasiswa di IAIN Ar-Raniry, Al Azhar Cairo, Unsyiah, UGM, IPB, IPDN, President University, AKPOL, AKPER, AKFAR, AKBID, dll. Diantara mereka melanjutkan ke beberapa universtias tersebut melalui jalur undangan dan beasiswa.

sumber : http://darululum-ypui.net/profil/tentang-du/selayang-pandang.html

Perihal bpmkotabandaaceh
Badan Pemberdayaan Masyarakat Kota Banda Aceh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: