Banda Aceh Berpeluang Raih Adipura Keenam

AdipuraTim penilai Adipura dari Kementrian Lingkungan Hidup Jakarta tengah berada di Banda Aceh untuk melakukan pemeriksaan kebersihan Kota Banda Aceh. Hal itu dilakukan untuk menyeleksi kota-kota di Indonesia yang pantas menerima piala Adipura yang diselenggarakan setiap tahun.

Sekretaris Dinas Kebersihan dan Keindahan Kota (DK3) Banda Aceh, Drs Mahdi mengatakan pemeriksaan kali ini merupakan tahap kedua. Sebelumnya, Kota Banda Aceh telah lulus pemeriksaan pertama pada Desember 2012. Tim Adipura direncanakan akan berada di Banda Aceh selama tiga hari untuk memantau dan menilai kebersihan kota ini.“Kota Banda Aceh sudah meraih lima Piala Adipura, yang terakhir kita raih di tahun 2012. Jika Kota Banda Aceh lulus pemeriksaan kedua ini, maka peluang meraih Piala Adipura 2013 semakin besar. Dan ini akan menjadi piala keenam,” kata Mahdi kepada Serambi, Jumat (15/3/2013).

Menurutnya, piala Adipura itu merupakan wujud motivasi dan penghargaan simbolis dari pemerintah agar masyarakat semakin peduli lingkungan sekitar dengan cara menjaga kebersihan.

“Kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab kita bersama. Dengan atau tanpa adanya piala adipura ini, kami pihak DK3 selalu mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan agar terwujudnya kota yang bersih, indah, dan bebas penyakit,” demikian Mahdi.(s)

===============

Tim penilaian Adipura yang dikoordinir Suharyono dari Pusat Pengelolaan Ekoregions (PPE) Sumatera, bersama tim dari Bapedal Aceh, Wiyono, Dr Fauzi Harun (akademisi) serta Fauzan dari unsur media massa, Sabtu (16/3), mengecek kebersihan Pasar Peunayong, Banda Aceh.

Pasar merupakan aspek fisik yang menjadi salah satu kriteria penilaian apakah Kota Banda Aceh masih pantas menyabet kembali Anugerah Adipura yang akan diumumkan awal Mei mendatang, bertepatan pada Hari Lingkungan Hidup.

“Menurut saya, kesiapan Kota Banda Aceh untuk meraih kembali Adipura bukan hal yang luar biasa lagi. Tapi bagaimana Banda Aceh tertantang untuk meraih Anugerah Adipura Kencana yang levelnya lebih tinggi. Itu baru menarik,” kata Suharyono kepada wartawan di sela-sela meninjau Pasar Peunayong.

Menurutnya, untuk meraih Adipura Kencana, ada beberapa aspek lagi yang harus dimiliki. Misalnya, memperkuat koordinasi semua sektor yang ada di pemerintahan. Saat ini, hanya dua kota di Indonesia yang sudah pernah meraih Adipura Kencana, yaitu Kota Surabaya dan Kabupaten Tulungagung, keduanya di Provinsi Jawa Timur.

“Saya melihat koordinasi sudah bagus, ketika saya dan rekan-rekan berkunjung ke Kecamatan Meuraxa. Di sana hadir keuchik, camatnya, kapolsek, koramil dan elemen lain. Bila Kota Banda Aceh bisa melakukan koordinasi demikian, tidak tertutup kemungkinan bahkan berpeluang besar meraih Adipura Kencana,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Kebersihan dan Keindahan Kota (DK3) Banda Aceh, Jalaluddin ST MT, mengatakan pihaknya akan terus bekerja keras untuk dapat meraih kembali Anugerah Adipura yang keenam kalinya. “Kami berharap dukungan seluruh warga kota agar kita bisa kembali meraih Piala Adipura tahun ini,” harap Jalaluddin.(mir)

========

sebelumnya, Tim verifikasi Adipura 2012-2013 meninjau SDN 24 Banda Aceh, Jumat (25/1). Peninjauan dilakukan antara lain untuk melihat pembuatan biopori dengan melibatkan siswa secara aktif. U Solihin Sidik dari tim verifikasi adipura Kementerian Lingkungan Hidup yang melakukan verifikasi di SD Negeri 24 mengaku model penanganan pembuatan biopori dengan melibatkan siswa secara aktif patut menjadi contoh bagi sekolah lainnya.

“Saya sangat puas, mendengar penjelasan dari siswa. Mereka melaporkan apa adanya,” kata U Solihin Sidik seusai memverifikasi SDN 24 Banda Aceh. Agus Elia Nova dari Dinas Kebersihan dan Keindahan Kota Banda Aceh mengatakan untuk tahap pertama pembuatan lubang biopori dilaksanakan sebelas sekolah sebagai pendukung adipura. Dari sebelas sekolah, delapan sekolah di antaranya, sudah dilaksanakan meliputi lima SD yaitu SD Negeri 67 Percontohan, SD Negeri 1, SDN 20, SDN 27, dan SDN 24 Banda Aceh. Sedangkan tiga lainnya tingkat SMP yang meliputi SMP Negeri 1, SMPN 2, dan SMP Negeri 19 Percontohan Banda Aceh.

SD Negeri 24 Banda Aceh membangun 100 lubang biopori di lingkungan sekolah. Pembangunan lubang biopori yang diisi dengan sampah dan zat-zat organik itu dimaksudkan agar cacing-cacing tanah bisa berkumpul dan sekaligus membuka saluran air bawah tanah.

Kepala SDN 24 Banda Aceh, Achmad Ghozin MPd kepada Serambi, Selasa (22/1), mengatakan pembangunan lubang biopori dilakukan untuk mengatasi adanya genangan air di halaman sekolah.  “Jika saluran air bawah tanah yang dibangun cacing-cacing tanah sudah tersedia, kecuali air cepat terserap, stok air tanah di lokasi sekolah akan terus tersedia. Air hujan yang selama ini mengalir ke got bisa diselamatkan,” kata Achmad Ghozin.

Siap Dukung

Sementara itu Kepala Dinas Kebersihan dan keindahan Kota Banda Aceh, Ir Jalaluddin MT mengatakan pihaknya siap mendukung upaya-upaya yang dilakukan sekolah dalam menyelamatkan air bawah tanah di Banda Aceh.
“Kita siap membantu sekolah-sekolah di Banda Aceh yang ingin membuat biopori,” kata Jalaluddin. (sir)

sumber : http://aceh.tribunnews.com

Perihal bpmkotabandaaceh
Badan Pemberdayaan Masyarakat Kota Banda Aceh

One Response to Banda Aceh Berpeluang Raih Adipura Keenam

  1. Zulfan Yacoeb mengatakan:

    Ini baru prestasi, Adipura Kencana, kejar itu Masyarakat Kota Banda Aceh, tentunya dibantu oleh Bapak Walokota dan Ibu wakil walikota, yg kelihatannya cukup kompak dalam membangun kota Banda Aceh, mudah mudahan dapat dipertahankan dan ditingkatkan prestasi tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: