Peresmian Pasar Atjeh II

pasaraceh2Banda Aceh – Menteri Perdagangan Indonesia Gita Wirjawan bertandang ke Banda Aceh untuk meresmikan Pasar Aceh (seluas 36.000 m2) di Jalan Diponegoro, Selasa sore(16/7/2013). Dalam peresmian tersebut, Gita mengaku Pasar Aceh begitu mewah sebagai pasar tradisional. Bahkan baginya Pasar Aceh merupakan pasar tradisional termewah selama dia meresmikan sejumlah pasar di daerah lainnya di Indonesia, karena bentuk dan desain serta model pasarnya yang cukup bagus. Ia juga mengingatkan tentang penataan kebersihan lingkungan yang harus dijaga.  “Penghijauannya harus lebih banyak supaya kondisi pasarnya kelihatan tetap sejuk. Dia berharap pasar tersebut benar-benar bisa menunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Selanjutnya, Mendag meminta kepada para wali kota dan bupati untuk mengawasi secara ketat pembukaan mini market. Pemberian izin pembukaan mini market yang terlalu banyak, dikatakannya bisa mematikan toko-toko dan kedai-kedai kelontong yang dibuka masyarakat secara tradisional. “Mereka  perlu kita lindungi, agar bisa tetap hidup,” ujarnya.

peresmian_pasar_atjehLebih jauh ia menjelaskan, bantuan untuk revitalisasai pasar tradisional di Aceh yang rusak dan hancur akibat bencana telah dilakukan sejak tahun 2011 sampai 2013. Jumlahnya sudah mencapai 161 unit, dengan nilai bantuan mencapai Rp 221 miliar, termasuk Pasar Aceh.

“Ini artinya perhatian Pemerintah Pusat terhadap percepatan pertumbuhan prekonomian masyarakatnya pascabencana tsunami dan perdamaian cukup besar,” kata Gita Wirjawan.

Dalam kesempatan itu dia juga meminta, seluruh pelaku pasar dapat memenuhi tuntutan wajib pajak. Pemenuhan itu penting untuk menormalisasikan setiap transaksi ekonomi bagi kepentingan masyarakat banyak. “Pedagang harus sadar membayar pajak,” ujar Gita.

menteri-perdagangan-gita-wirjawanWalikota Banda Aceh, Mawardy Nurdin, dalam kata sambutannya, menjelaskan, Pasar Aceh lama yang telah hancur akibat bencana gempa dan tsunami tahun 2004 lalu, dibangun dalam dua tahap. Tahap pertama telah selesai dua tahun lalu melalui sumber dana bantuan JICS, Jepang, senilai Rp 43 miliar. Sedangkan tahap II yang diresmikan kemarin dibangun melalui tiga sumber pembiayaan, yaitu APBN Rp 71,9 miliar, pinjaman dari Bank Dunia Rp 46 miliar dan sumber APBK Rp 2,3 miliar, sehingga totalnya menjadi Rp 120,2 miliar.

“Bangunan Pasar Aceh tahap II ini pada lantai dasar atau bawah tanah dan lantai atasnya dilengkapi lapangan parkir mobil untuk kapasitas 190 unit dan sepeda motor 300 unit. Lantai I digunakan untuk dagangan bahan dapur, bahan kelontong, pangan, sedangkan lantai II dan III untuk dagangan barang sandang dan lainnya. Pemisahan itu dilakukan untuk mendapatkan suasana pasar yang tertib.

pasar acehLokasi Pasar Atjeh sangat strategis karena terletak di jantung Kota Banda Aceh. Pasar Aceh sudah ada sejak masa (Sultan) Iskandar Muda, Pasar Aceh juga menjadi simbol politik pada masa lalu.  Mawrdy menambahkan, Pasar Atjeh II layaknya pasar modern, fasilitas berjualan di Pasar AtjehTahap II ini juga dibangun dengan konsep masa kini. Selain menyediakan ratusan kios di setiap lantainya, pasar ini juga menyediakan los sayur dan buah di lantai dasar sebanyak 106 unit yang semuanya sudah penuh dan akan diisi segera oleh pedagang.

“Pasar Atjeh II ini memang pasar modern, tetapi tetap menjadi pasar tradisional milik masyarakat. Kompleks Pasar Atjeh ini juga akan dilengkapi dengan super market, pusat jajanan, pusat permainan anak, mushalla, dan ruang pertemuan. Dengan fasilitas yang telah lebih mapan ini, pedagang Pasar Atjeh diminta untuk mematuhi semua ketentuan-ketentuan yang telah diatur dalam penertiban dan pengelolaan pasar,” jelasnya.

Pasar Atjeh I

Lebih lanjut Mawardy mengaku, ada dua hal yang menarik dari pembangunan Pasar Atjeh ini, yang pertama adalah bangunan pasar ini bukan di atas tanah kosong milik Pemerintah Kota Banda Aceh secara penuh, akan tetapi di atas tanah milik masyarakat, pribadi, keluarga, tanah waqaf dan sebahagian milik Pemerintah Kota dengan sistem konsolidasi lahan.

“Sedangkan yang kedua, Pemko telah mengesahkan pengelolaan pasar ini dengan sistem Badan Layanan Umum Daerah,” pungkas Walikota.

Sementara Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, meminta kepada Menteri Perdagangan agar memberikan kuota impor gula pasir untuk Aceh, supaya harga gula pasir di Aceh bisa ditekan lebih rendah dari harga saat ini yang mencapai Rp 13.000/kg.

Selain meminta izin kuota impor gula pasir, daging impor, sapi, bawang merah, dan lainnya, wakil gubernur juga menyampaikan agar salah satu pelabuhan yang ada di Aceh, masuk dalam daftar pelabuhan yang diizinkan untuk mengimpor barang-barang tertentu, seperti buah segar, umbi-umbian dan lainnya.

Terkait hal itu, Gita mengatakan, seluruh permintaan tersebut akan menjadi perhatian khusus pihaknya. “Permintaan itu sedang kami pelajari dan dalam waktu dekat ini akan kami sampaikan kepada Pemerintah Aceh dan Walikota Langsa. Kami akan meresponnya, tapi respon yang diberikan nanti juga memperhatikan kondisi rill kebutuhan masyarakat Aceh,” demikian Gita Wirjawan.

Dalam peresmian pasar itu, hadir pula Wakil Gubernur Aceh Muzakkir Manaf dan sejumlah pejabat Aceh baik dari Pemerintah Aceh, Pemerintah Kota Banda Aceh, hingga sejumlah anggota DPR RI asal Aceh (Wakil Ketua MPR Aceh Farhan Hamid, Anggota DPR RI Marzuki Daud).

diolah :

http://theglobejournal.com .

http://aceh.tribunnews.com

http://atjehlink.com

Tambahan : Pertokoan Pasar Aceh yang sebelumnya selesai dibangun pada tahun 1965 terletak di jalan Perdagangan (samping masjid Raya Baiturrahman). Pada masa Belanda daerah ini bernama Jalan Pintu Kecil.

Perihal bpmkotabandaaceh
Badan Pemberdayaan Masyarakat Kota Banda Aceh

One Response to Peresmian Pasar Atjeh II

  1. Zulfan Yacoeb mengatakan:

    Subhanallah, Alhamdulillah, ya Allah semoga Pasar Raya Aceh ini menjadi pembangkit ekonomi kerakyatan masyarakat Aceh di masa yg akan datang, Aamiin….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: