CCTV di 14 simpang jalan Kota Banda Aceh

cctv bnaBANDA ACEH – Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Banda Aceh sudah memasang Closed Circuit Television (CCTV) di 14 persimpangan jalan. Pemasangan CCTV ini dimaksudkan untuk memantau arus lalu lintas, dan dapat dijadikan barang bukti terhadap kasus kecelakaan.

Kabid Pengembangan Sistem Informasi Dishubkominfo Banda Aceh, T Taufik Mauliansyah, mengatakan, berdasarkan UndangUndang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, rekaman CCTV dapat dijadikan barang bukti kasus kecelakaan lalu lintas, seperti yang diakibatkan oleh pengendara yang menerobos lampu merah.

“Kita sudah merekam di tiap simpang, apabila polisi meminta hasil rekaman tersebut, maka dapat kita berikan sebagai barang bukti di pengadilan. Apalagi ada yang meninggal, dalam UU itu sudah diatur terkait hukuman dan lainnya bagi yang melanggar lalu lintas,” ujarnya.

Taufik menambahkan, pemasangan CCTV yang bekerja sama dengan Dinas Perhubungan, Komunikasi, Informasi, dan Telematika (Dishubkomintel) Aceh ini sudah dilakukan sejak Oktober hingga Desember 2013. Pengoperasian dilakukan awal Januari 2014 yang langsung dipantau oleh Dishubkominfo Banda Aceh.

Taufik menjelaskan, CCTV dapat merekam penerobos lampu merah. Sehingga saat membayar pajak, yang bersangkutan akan dikenakan denda atau sanksi. Namun untuk aplikasinya belum dapat dilakukan, karena teknologi pengantar saat ini belum mendukung yang menggunakan sistem radio. Ke depan, kata Taufik akan diubah media pengantar menggunakan fiber optic hingga lebih optimal.

Sementara itu, Kabid Lalu Lintas Angkatan Jalan Dishubkominfo Banda Aceh, Muhammad Zubir menambahkan, ada empat median jalan yang masih kekurangan water barrier (pembatas jalan terbuat dari karet), dari 10 median jalan yang dibuka untuk jalur evakuasi.

Empat median jalan tersebut yaitu depan Asrama Haji, depan PLN Aceh, depan Badan Penanggulangan Bencana Aceh, dan pasar pagi Seutui. “Meski sudah dipasang water barrier dan rambu hanya boleh dibuka untuk jalur evakuasi bencana, tapi kesadaran masyarakat masih kurang, karena masih ada yang membukanya sebagai jalan pintas, padahal perbuatannya itu dapat mengakibatkan terjadinya kecelakaan,” kata Zubir.(hs)

Perihal bpmkotabandaaceh
Badan Pemberdayaan Masyarakat Kota Banda Aceh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: