Banda Aceh raih AMPL Award 2015

AMPL_AwardJakarta – Pemerintah Kota Banda Aceh berhasil meraih AMPL Award 2015 untuk kategori pemerintah atas inovasi Layanan Pengangkutan Sampah Berbasis Website yang digagas oleh Dinas Kebersihan dan Keindahan Kota (DK3) Banda Aceh.

AMPL Award merupakan sebuah penghargaan di bidang air minum dan sanitasi yang digelar oleh Pokja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL), Bappenas. Kota Banda Aceh dinilai sebagai salah satu kota di Indonesia yang berhasil dalam hal peningkatan akses sanitasi.

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Menteri PPN/Bappenas Sofyan Djalil kepada Wali Kota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal pada Konferensi Sanitasi dan Air Minum Nasional (KSAN), Rabu (11/11/2015).

Pada acara yang diadakan di gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail, Jakarta Selatan tesebut, Wali Kota Illiza turut didampingi oleh Kepala DK3 Banda Aceh Jalaluddin.

Selain Banda Aceh, kota lainnya yang mendapat penghargaan di bidang sanitasi ini antara lain Malang dan Bangka Belitung. Sebelumnya, berdasarkan hasil verifikasi Bappenas, Banda Aceh bersama sembilan kota lainnya masuk dalam nominator AMPL Award 2015.

Mirzayanto, Kabid Persampahan DK3 Banda Aceh menjelaskan, aplikasi yang diberi nama eJadwal ini dapat diakses oleh seluruh masyarakat di website resmi DK3 Banda Aceh http://kebersihan.bandaacehkota.go.id/.  “Aplikasi ini memuat jadwal pengangkutan sampah di dalam Kota Banda Aceh.”

Pihaknya telah mengembangkan aplikasi ini sejak dua tahun lalu, dan terinspirasi dari Kota Apeldoorn, Belanda. “Dari laptop atau smartphone, masyakarat cukup mengetikkan kata kunci seperti nama jalan atau nama gampong, lalu akan muncul jadwal pengangkutan sampah lengkap dengan data armada, pekerja dan nomor kontaknya.”

Keuntungannya, kata Mirza, masyarakat bisa mengetahui jadwal pasti layanan pengangkutan sampah di tempat mereka tinggal, sehingga bisa mengeluarkan sampah tepat waktu dari rumah untuk selanjutnya diangkut oleh mobil sampah ke TPA.

“Kami mengimbau warga untuk mengecek jadwal ini, agar saat mengeluarkan sampah dari rumanya sesuai dengan jadwal pengangkutan sehingga tidak menyebabkan sampah menumpuk dan menimbulkan aroma tak sedap maupun mengganggu pemandangan,” katanya.

Hingga saat ini, sambung Mirza, pihaknya terus berusaha menyempurnakan aplikasi ini terutama terkait dengan update data. “Jika masih ada yang belum sesuai jadwalnya, masyarakat bisa langsung menyampaikan komplain kepada kami,” pungkasnya seraya menambahkan layanan angkutan sampah DK3 Banda Aceh sudah mencakupi 51 jalan utama di 90 gampong. (Jun)

Perihal bpmkotabandaaceh
Badan Pemberdayaan Masyarakat Kota Banda Aceh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: