Hukuman Cambuk

Banda Aceh – Empat wanita dan tiga pria dikenakan hukuman cambuk karena melanggar Qanun nomor 14 tahun 2003 tentang Khalwat (mesum). Prosesi yang digelar di Komplek Masjid Al-Badar, Gampong Kota Baru, Kuta Alam, Jumat (12/6/2015), menyedot perhatian ratusan warga.

Sebelum pelaksanaan hukuman cambuk, Ustaz Ridwan Ibrahim dari Dinas Syariat Islam Banda Aceh menyampaikan tausiah singkatnya. “Uqubat cambuk ini bukan untuk menertawakan pelaku, tapi sebagai bahan pelajaran bagi kita semua. Apapun yang kita lakukan ada konsekuensinya.”
Iklan

Sosialisasi Qanun Syariat Islam

rumoh pmi 2

rumoh PMI Banda Aceh

 Bnda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Syariat Islam (DSI) terus melakukan berbagai upaya dalam rangka menegakkan penerapan syariat islam untuk warga kota. Salah-satunya adalah sosialisasi qanun-qanun Syariat kepada masyarakat. Kegiatan ini dilakukan selama 4 hari yang dimulai Rabu (4/10) dan berakhir pada Sabtu (5/10) di gedung PMI, Gampong Ateuk, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh.

Sosialisasi ini dibuka oleh Asisten keistimewaan Ekonomi dan Pembangunan, Drs Ramli Rasyid M Si. Dalam sambutannya mewakili Walikota Banda Aceh, Ramli mengatakan sosialisasi qanun-qanun syariat merupakan kegiatan penting yang harus dilakukan pemerintah kepada masyarakat. Menurutnya masyarakat harus tahu apa itu syariat, bagaimana regulasi dan apa sanksinya secara lebih mendalam sehingga mereka memiliki pedoman dalam menjalankan kehidupan bersyariat. Baca pos ini lebih lanjut

Dakwah Umum Jum’atan Kota Banda Aceh

FakhruddinLahmuddinBanda Aceh – Dai Kondang Asal Aceh Besar, Ustad Fakhruddin Lahmuddin S Ag M Pd mengajak umat Islam meneladani perjuangan berat nabi Ibrahim dalam menegakkan agama Allah. Hal ini disampaikan Ustad Fakhruddin, saat memberikan ceramahnya pada acara Dakwah Umum Pemko Banda Aceh, Jum’at (27/9) di Taman Sari, Jalan Abu Lam ‘U Banda Aceh.

Ustad yang juga pimpinan Pondok Pesantren Oemar Diyan ini mengatakan perjuangan nabi Ibrahim dalam menegakkan agama Allah sangat luar biasa, bahkan Ibrahim AS harus berhadapan dengan ayahnya sendiri yang merupakan penyembah berhala pada masa itu. Namun Ibrahim tetap menjalankan tugas berat yang diembannya dari Allah. Baca pos ini lebih lanjut