Hukuman Cambuk

Banda Aceh – Empat wanita dan tiga pria dikenakan hukuman cambuk karena melanggar Qanun nomor 14 tahun 2003 tentang Khalwat (mesum). Prosesi yang digelar di Komplek Masjid Al-Badar, Gampong Kota Baru, Kuta Alam, Jumat (12/6/2015), menyedot perhatian ratusan warga.

Sebelum pelaksanaan hukuman cambuk, Ustaz Ridwan Ibrahim dari Dinas Syariat Islam Banda Aceh menyampaikan tausiah singkatnya. “Uqubat cambuk ini bukan untuk menertawakan pelaku, tapi sebagai bahan pelajaran bagi kita semua. Apapun yang kita lakukan ada konsekuensinya.”
Iklan

Kapal di Atas Rumah Lampulo

Kapal diatas RumahSalah satu objek wisata yang paling terkenal di Lampulo, Kec. Kuta Alam Kota Banda Aceh  adalah kapal di atas rumah. Objek wisata itu merupakan saksi bisu sejarah bencana alam gempa dan tsunami 26 Desember 2004.

Menurut cerita, saat itu Hasru Yulian bersama Saiful Bahri selaku pengurus kapal sedang bersiap siap untuk pada hari Minggu 26 Desember 2004 untuk menurunkan kapal kembali ke sungai setelah dilakukan perbaikan.

Zulfikar, selaku pemilik kapal setelah menerima laporan dari adik iparnya sekaligus pengurus kapal mengarahkan kapalnya untuk dibawa ke Lhoknga untuk diisi pukat. Baca pos ini lebih lanjut

Culinary Rex Peunayong

Rex Peunayong adalah sebuah kawasan terbuka dan telah menjadi sebuah tempat yang sangat strategis dan ramai dikunjungi oleh masyarakat Aceh dan pengunjung lainnya untuk menikmati suasana malam di Banda Aceh, sekaligus menikmati berbagai makanan khas Aceh, pertokoan dan penginapan.

Berbagai makanan hangat juga tersedia di Rex Peunayong dari mie Aceh, kerang rebus, sate padang, nasi goreng, ayam goreng gulai kambing, nasi briyani, sate matang (sate sapi dipadu kuah soto) sampai kepada martabak Aceh. Rex Peunayong juga menyediakan berbagai minuman, dari kopi Aceh, teh, jus buah-buahan segar sampai kepada minuman tradisional untuk kesehatan, sekaligus menghangatkan tubuh, seperti bandrek susu dan minuman herbal (jamu) lainnya. Baca pos ini lebih lanjut

Kapal di Atas Rumah Lampulo

Kapal diatas RumahSalah satu objek wisata yang paling terkenal di Lampulo, Kec. Kuta Alam Kota Banda Aceh  adalah kapal di atas rumah. Objek wisata itu merupakan saksi bisu sejarah bencana alam gempa dan tsunami 26 Desember 2004.

Menurut cerita, saat itu Hasru Yulian bersama Saiful Bahri selaku pengurus kapal sedang bersiap siap untuk pada hari Minggu 26 Desember 2004 untuk menurunkan kapal kembali ke sungai setelah dilakukan perbaikan.

Zulfikar, selaku pemilik kapal setelah menerima laporan dari adik iparnya sekaligus pengurus kapal mengarahkan kapalnya untuk dibawa ke Lhoknga untuk diisi pukat. Baca pos ini lebih lanjut