Tanam pohon di RTH Gampong Lambung

????????????????????????????????????Banda Aceh – Wakil Wali Kota Banda Aceh Drs H Zainal Arifin bersama Sekda Ir Bahagia Dipl SE dan sejumlah Kepala SKPK melakukan gotong royong dan penanaman pohon di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Gampong Lambung, Meuraxa, Jumat (27/11/2015).

Menurut Kadis Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Aceh Ir Syamsul Rizal, gotong royong dan penanaman pohon pada hari ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam  rangka memperingati Hari Bakti PU ke-70. “Selain itu, kita juga menggelar sejumlah kegiatan lainnya seperti jalan santai dan lain-lain,” katanya.  Baca pos ini lebih lanjut

Iklan

Pelabuhan Ulee Lheue

Pelabuhan Ulee Lheue selama ini dikenal sebagai satu-satunya pelabuhan yang ada di Kota Banda Aceh. Luas area Pelabuhan Ferry Ulee Lheue yaitu ± 8 Ha dengan pembagian lahan untuk terminal penumpang sebagai bangunan utama, lahan parkir, dermaga kapal cepat, dermaga kapal lambat (ferry), kolam pelabuhan, dan lain-lain.

Setelah bencana tsunami pada tahun 2004, kondisi Pelabuhan Ulee Lheue sangat memprihatinkan karena tak satupun bangunan fasilitas darat yang tersisa. Padahal saat itu pelabuhan ini juga sedang dalam tahap pembangunan beberapa gedung baru. Baca pos ini lebih lanjut

Tsunami Escape Building

Tsunami Escape Building  dibangun sebagai pusat evakuasi bagi masyarakat sekitar yang tinggal di sepanjang garis pantai bila sewaktu-waktu bahaya tsunami mengancam keselamatan jiwa penduduk. Tempat ini juga digunakan sebagai tempat pendaratan helikopter (helipad) guna memberikan bantuan kepada korban tsunami.

Dari tempat ini kita bisa melihat keindahan kota Banda Aceh hingga ke perbatasan pantai dan pulau Sabang. Bangunan ini menjadi salah satu daya tarik objek wisata di Kota Banda Aceh, ramai pendatang dari luar Aceh bahkan mancanegara datang untuk melihat langsung bangunan ini.

Gedung Tsunami Escape Building  yang berlantai 4 setinggi 18 m  ini dibangun di Kecamatan Meuraxa atas bantuan Pemerintah Jepang melalui JICS berdasarkan konsep awal yang dibuat oleh JICA Study Team dalam project Urgent Rehabilitation and Reconstrcution Plan (URRP) untuk Kota Banda Aceh pada Maret 2005 sampai dengan Maret 2006. Masing-masing gedung menghabiskan anggaran sekitar Rp 10,5 milyar.  Design bangunan escape building ini dibuat oleh konsultan asal Jepang Nippon Koei, Co. Ltd sebagai JICS Study Team pada tahun 2006. Tiap-tiap escape building dibangun dengan luas 1.400 meter persegi.

Gedung TDMRC Ulee Lheue

Gedung TDMRC (Tsunami & Disarter Mitigation Research Centre) terletak di Jl. Tgk Abdul Rahman, Gp. Pie, (jalan Ulee Lheue ke Peukan Bada) Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh. Tepatnya di sebelah Kuburan massal bekas Rumah Sakit Meuraxa (Latitude : 5º 33’13.97”E  Longitude : 95º 17’08.61”E).

Dirhamsyah, Direktur TDMRC menyebutkan, bangunan riset itu didanai oleh Badan Rekontruksi dan Rehabilitasi (BRR) Aceh – Nias, dengan anggaran sekitar Rp15 milyar. Juga dapat berfungsi sebagai escape building.

Bersama dengan Tsunami Escape Building di Desa Lambung, Desa Dayah Geulumpang dan Desa Alue Deyah Teungoh yang dibuat dengan dana dari pemerintah Jepang selesai pada bulan Austus 2008. Gedung yang sangat kokoh dan tinggi ini mempunyai tangga termasuk untuk orang cacat. Gedung ini diperuntukkan untuk tempat penyelamatan bila terjadi Tsunami.

Gedung TDMRC diresmikan 28 Juli 2008 oleh Wakil Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam, Muhammad Nazar, yang dihadiri oleh Ketua Pelaksana BRR NAD-Nias, Kuntoro Mangkusubroto, Walikota Banda Aceh Mawardi Nurdin dan DR. Darusman Mewakili Universitas Syiah Kuala.

Baca pos ini lebih lanjut

Masjid Baiturrahim Ulee Lheue, Banda Aceh

Masjid Baiturrahim Ulee Lheue, Banda Aceh. Salah satu masjid yang selamat dari terjangan tsunami tahun 2004 lalu meski lokasinya berada di kawasan pantai. Sebuah peristiwa langka yang tak terpecahkan hingga kini, bagaimana masjid dari bahan batu bata tanpa tulang beton ini bisa bertahan dari dasyatnya terjangan tsunami sementara seluruh bangunan disekitarnya tak bersisa rata dengan tanah. (foto dari dhannysurya.blogspot.com)

Masjid Baiturrahim Ulee Lheue merupakan salah satu masjid bersejarah di kota Banda Aceh selain Masjid Raya Baiturrahman. Sama seperti Masjid Baiturrahman, Masjid Baiturrahim pun telah menjadi saksi bisu perjalanan sejarah Aceh sejak masa kesultanan, penjajahan Belanda, Jepang, hingga era kemerdekaan dengan segala pahit manisnya sejarah. Bencara Tsunami 26 Desember 2004 mengangkat masjid Baiturrahim ke media pemberitaan dalam dan luar negeri ketika hantaman air tsunami berlalu menyisakan bekas yang luar biasa mengerikan, seluruh kota luluh lantak kecuali bangunan masjid Baiturrahim.

Selembar foto yang menunjukkan masjid ini berdiri sendirian ditengah kawasan Ulee Lehue yang luluh lantak telah menyita perhatian begitu banyak kalangan, dari yang menduga itu sebagai foto editan, hoak sampai bahkan ada yang penuh penasaran mengunjungi langsung lokasi masjid ini beberapa hari paska bencana hanya demi membuktikan kebenaran kabar tersebut. Sejarah telah mencatat bahwa Masjid Baiturrahim Ulee Lheue merupakan salah satu masjid di Aceh yang selamat dari terjangan tsunami meskipun seluruh bangunan disekitarnya hancur tak bersisa. Baca pos ini lebih lanjut