Masjid Baiturrahim Ulee Lheue, Banda Aceh

Masjid Baiturrahim Ulee Lheue, Banda Aceh. Salah satu masjid yang selamat dari terjangan tsunami tahun 2004 lalu meski lokasinya berada di kawasan pantai. Sebuah peristiwa langka yang tak terpecahkan hingga kini, bagaimana masjid dari bahan batu bata tanpa tulang beton ini bisa bertahan dari dasyatnya terjangan tsunami sementara seluruh bangunan disekitarnya tak bersisa rata dengan tanah. (foto dari dhannysurya.blogspot.com)

Masjid Baiturrahim Ulee Lheue merupakan salah satu masjid bersejarah di kota Banda Aceh selain Masjid Raya Baiturrahman. Sama seperti Masjid Baiturrahman, Masjid Baiturrahim pun telah menjadi saksi bisu perjalanan sejarah Aceh sejak masa kesultanan, penjajahan Belanda, Jepang, hingga era kemerdekaan dengan segala pahit manisnya sejarah. Bencara Tsunami 26 Desember 2004 mengangkat masjid Baiturrahim ke media pemberitaan dalam dan luar negeri ketika hantaman air tsunami berlalu menyisakan bekas yang luar biasa mengerikan, seluruh kota luluh lantak kecuali bangunan masjid Baiturrahim.

Selembar foto yang menunjukkan masjid ini berdiri sendirian ditengah kawasan Ulee Lehue yang luluh lantak telah menyita perhatian begitu banyak kalangan, dari yang menduga itu sebagai foto editan, hoak sampai bahkan ada yang penuh penasaran mengunjungi langsung lokasi masjid ini beberapa hari paska bencana hanya demi membuktikan kebenaran kabar tersebut. Sejarah telah mencatat bahwa Masjid Baiturrahim Ulee Lheue merupakan salah satu masjid di Aceh yang selamat dari terjangan tsunami meskipun seluruh bangunan disekitarnya hancur tak bersisa. Baca pos ini lebih lanjut

Iklan

Mesjid Agung Al Makmur Banda Aceh

Mesjid Agung Al Makmur Banda Aceh dulunya adalah bekas “Mesjid Baitul Makmur” yang hancur diterjang gelombang tsunami 2004. Setelah tsunami atas inisiasi “Bulan Sabit Merah” maka disepakati pembangunan/rekonstruksi Mesjid Agung Al-Makmur ini oleh kesultanan Oman. Oleh sebab itu kita sering mendengarnya dengan sebutan “Mesjid Oman”. Dan akhirnya pada 19 Mei 2009 Mesjid berarsitektur Timur Tengah ini ini disahkan menjadi Mesjid Agung Kota Banda Aceh hingga sekarang Mesjid Agung Al-Makmur ini menjadi kebanggaan masyarakat kota setelah Mesjid Raya Baiturrahman.

Ternyata Kesultanan Oman tidak hanya membantu dengan mendirikan 1 mesjid ini saja, ada beberapa Mesjid lain di Banda Aceh hasil bantuan dari Kesultanan Oman. Terkait Mesjid Agung Al-Makmur Lamprit, Kesultanan Oman tidak hanya menyumbangkan Fasilitas Mesjid saja tetapi juga unit Business center dan 4 Unit toko, dari sana lah biaya cost mesjid ini dapat tercukupi. Baca pos ini lebih lanjut

Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh

Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh

Masjid Raya Baiturrahman adalah sebuah masjid yang berada di pusat Kota Banda Aceh. Masjid ini dahulunya merupakan masjid Kesultanan Aceh. Masjid ini memiliki lembaran sejarah tersendiri, yang kini merupakan Masjid Negara yang berada di jantung ibu kota Provinsi Aceh. Nama Masjid Raya Baiturrahman ini berasal dari nama Masjid Raya yang dibangun oleh Sultan Iskandar Muda pada tahun 1022 H bersamaan dengan tahun 1612 M. Riwayat lain menyebutkan bahwa yang mendirikan Masjid Raya Baiturrahman di Zaman kerajaan Aceh ialah Sultan Alaiddin Mahmudsyah pada tahun 1292 M.

Perluasan mesjid juga dilakukan kembali pada masa pemerintahan Sri Ratu Nakiatuddin pada tahun 1675 – 1678 M. Banyak orang tua di Aceh menyebutkan bahwa bentuk bangunan Mesjid Raya Baiturrahman ketika itu berkonstruksi kayu, beratapkan daun rumbia, dan berlantaikan tanah liat yang rata dan mengeras menyerupai semen setelah kering. Para jamaah menggunakan tikar dari daun pandan untuk menutupi lantai mesjid sebagai alas. Bentuk atap menyerupai belah kerucut dan berlapis tiga buah dengan kemiringan sekitar 30 derajat. Baca pos ini lebih lanjut