Monumen Kereta Api

Monumen Atjeh Tram di Banda Aceh, Foto Raihan Lubis (Juli 2012)

Pada tahun 1970 Kota Banda Aceh masih menggunakan kereta api sebagai salah satu sarana transportasi. Kereta api ini mencapai rute hingga Kota Medan di Sumatra Utara. Kini Lokomotif dan salah satu gerbong barang dari kereta api tersebut dibuat menjadi Monumen Kereta Api yang berada di Jl. Sultan A. Mahmudsyah (halaman swalayan Barata) Banda Aceh, dan menjadi salah satu sejarah transportasi di Aceh.

Sejarah pembangunan kereta api Aceh sangat unik, berbeda dari daerah lain. Perbedaan ini disebabkan tujuan awal pembangunan kereta api dan siapa saja yang memanfaatkannya. Kereta api Aceh mulanya dibangun sebagai sarana mengangkut peralatan militer dari pelabuhan Ulee Lheue ke Kutaraja atau Banda Aceh. Dengan kata lain kereta api dibangun untuk kepentingan perang daripada kepentingan ekonomi dan sosial. Hingga pada akhirnya juga memberikan keuntungan ekonomi dan politik yang besar. Baca pos ini lebih lanjut

Iklan

Monumen “Thanks to The World”

Monumen Thanks to The World yang terletak di Blang Padang (Posisinya Lat: 5°32’59.95″N Long: 95°18’50.52″E) adalah simbol dari rasa syukur Aceh kepada relawan, LSM, lembaga-lembaga negara yang lebih tinggi, perusahaan, sipil, dan militer baik nasional maupun internasional yang telah berpartisipasi dalam pembangunan Aceh setelah bencana Tsunami 2004.

Bangunan berwarna putih tersebut terletak di sebelah utara lapangan berbentuk seperti gelombang tsunami yang mengingatkan siapa saja yang melihatnya bahwa Aceh pernah di landa akan gelombang tsunami.

Baca pos ini lebih lanjut