Dakwah Umum Jumatan Taman Sari

taman-sariWAKIL Walikota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal menjelang siang tadi meresmikan kegiatan dakwah umum Jumatan. Kegiatan ini berlangsung di Taman Sari, Banda Aceh, Jumat, 26 April 2013. Dakwah Jumatan itu katanya akan terus berlangsung setiap sebulan sekali nantinya. “Kegiatan Dakwah Umum ini merupakan salah satu bentuk komitmen Pemerintah Kota Banda Aceh yang ingin menjadikan Banda Aceh sebagai model Kota Madani yang berlandaskan Syariat Islam,” katanya.

Selain itu, ia juga mengatakan kegiatan ini menjadi penting karena Pemko fokus pada peningkatan sumber daya manusia yang islami.

“Selaras dengan itu, kita berusaha menciptakan pemerintahan yang islami, bersih dan berjalan di atas koridor syariat Islam yang terus diupayakan ke arah yang sempurna,” ujarnya. Baca pos ini lebih lanjut

Festival Kopi dan Kuliner Khas Aceh 2012

Banda Aceh—Pemkot Banda Aceh menggelar festival kopi dan kuliner khas dengan tujuan meningkatkan citra positif daerah melalui promosi serta menumbuhkan rasa cinta terhadap produk lokal.

“Festival kopi dan kuliner khas Aceh telah menjadi agenda tahunan dan kami optimistis akan menyedot banyak kunjungan,” kata Kepala Dinas Kebudayaaan dan Pariwisata Kota Banda Aceh Reza Fahlevi di Banda Aceh, Rabu (31/10).

Kegiatan wisata itu selama lima hari terhitung sejak 31 Otober 2012, dan dipusatkan di Taman Sari atau pusat kota berpenduduk hampir 300 ribu jiwa tersebut. Baca pos ini lebih lanjut

Taman Sari Banda Aceh

Taman Sari Banda Aceh

Taman Sari Banda Aceh berada tepat di depan kantor walikota Banda Aceh atau berada langsung disebelah kiri Masjid Baiturrahman Banda Aceh.

Letaknya yang strategis sebagai ruang hijau dengan luas 300 meter persegi, menjadikannya sebagai taman multi fungsi, yaitu sebagai tempat rekreasi dan juga merupakan simbol dari pembaruan dan harapan.

Setelah tsunami melanda Aceh pada 24 Desember 2004, Taman Sari menjadi kolam penampungan air laut. Kemudian taman ini direnovasi dan dibuka kembali atas bantuan dana yang diberikan oleh negara asing melalui lembaga kemanusiaan yang masuk ke Aceh.

Program pertama yang dilakukan dengan membersihkan sampah dan lumpur tsunami yang mengenangi areal taman. Setelah areal taman dibersihkan, komponen ruang taman mulai direkonstruksi kembali ke tempatnya semula. Areal taman juga diperluas dengan menambahkan bangunan serba guna yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat pameran, ruang pertemuan serta dilengkapi dengan sarana bermain anak, mushala, dapur, serta toilet umum. Baca pos ini lebih lanjut