Kunjungan Kepala Museum Negeri Kelantan

Banda Aceh Kepala Museum Negeri Kelantan Malaysia, YABrs Tuan Haji Dr Nik Muhammad Azlan Bin Ab Hadi bersama dengan sejumlah stafnya mengunjungi Kota Banda Aceh. Kedatangan Nik Muhammad Azlan disambut langsung Walikota Banda Aceh, Hj Illiza Saaduddin Djamal SE, Jumat (3/7/2015) di ruang rapat Walikota.

Nik Muhammad Azlan mengungkapkan kedatangannya, selain untuk menguatkan ukhuwah Islamiah juga dalam rangka mempelajari manajemen pengelolaan museum di Banda Aceh.

“Setelah bencana tsunami yang melanda Banda Aceh, kami lihat perkembangan museum di sini sangat bagus, kami ingin mempelajari seperti apa pengelolaannya,” ujar Nik Muhammad Azlan. Baca pos ini lebih lanjut

Iklan

Launching Banda Aceh World Islamic Tourism

Jakarta – Pemerintah Kota Banda Aceh secara resmi meluncurkan “Banda Aceh World Islamic Tourism”, Selasa (31/3/2015).
Peluncurannya dilakukan Menteri Pariwisata Arif Yahya, Wali Kota Banda Aceh Hj Illiza Saaduddin Djamal dan CEO Pasific Asia Travel Asociation (PATA) Purnomo Siswoprasetijo di gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Jakarta.

Baca pos ini lebih lanjut

Wisata Tititk Nol Gampong Pande

tugu nol-banda-aceh

Tugu Nol Banda Aceh (http://atjeh.co)

Banda Aceh-Kegiatan Wisata Tititk Nol Gampong Pande (Napak Tilas Asal Muasal Mula Jadi Kuta Banda Aceh) yang dilaksanakan DPD KNPI Kota Banda Aceh Senin (22/4) melahirkan beberapa rekomendasi antara lain mengharapkan kepada semua pihak yang berkompeten untuk meningkatkan komitmen dalam melestarikan Benda Cagar Budaya (BCB), mengkaji kemungkinan mengubah kembali nama Putroe Phang menjadi Taman Ghairah dan penataan kembali makam Raja Jamalulail di belakang sebuah warung Bakso di Gampong Baru Banda Aceh. Baca pos ini lebih lanjut

Kapal di Atas Rumah Lampulo

Kapal diatas RumahSalah satu objek wisata yang paling terkenal di Lampulo, Kec. Kuta Alam Kota Banda Aceh  adalah kapal di atas rumah. Objek wisata itu merupakan saksi bisu sejarah bencana alam gempa dan tsunami 26 Desember 2004.

Menurut cerita, saat itu Hasru Yulian bersama Saiful Bahri selaku pengurus kapal sedang bersiap siap untuk pada hari Minggu 26 Desember 2004 untuk menurunkan kapal kembali ke sungai setelah dilakukan perbaikan.

Zulfikar, selaku pemilik kapal setelah menerima laporan dari adik iparnya sekaligus pengurus kapal mengarahkan kapalnya untuk dibawa ke Lhoknga untuk diisi pukat. Baca pos ini lebih lanjut

Banda Aceh Kota Pusaka

Komplek Masjid Raya Baiturrahman(09/11/2012). Dalam peringatan Haritaru 2012 di Jakarta(08/11/2012), Kota Banda Aceh bersama sembilan kota lainnya disematkan Icon Kota Pusaka, karena komitmen terhadap penataan dan pelestarian Kota Pusaka (SERAMBI/HARI TEGUH PATRIA)

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menetapkan Kota Banda Aceh sebagai satu dari 10 Kota Pusaka di Indonesia. Penyematan Kota Pusaka itu dilakukan Wakil Menteri PU, Achmad Hermanto Dardak, pada Sarasehan dan Penandatanganan Kesepakatan Kota Hijau dan Kota Pusaka untuk Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan, di Jakarta, Kamis (8/11/2012).

Ke 10 kabupaten/kota yang ditetapkan sebagai pilot project Kota Pusaka Indonesia yaitu, Banda Aceh (Aceh), Banjarmasin (Kalimantan Selatan), Bau Bau (Sulawesi Tenggara), Karangasem (Bali), Denpasar (Bali), Yogyakarta (DIY), Semarang (Jawa Tengah), Bogor (Jawa Barat), Palembang (Sumatera Selatan), dan Sawahlunto (Sumatera Barat).

Para pimpinan 10 kabupaten/kota tersebut, Kamis (8/11) berkumpul di Kementerian PU untuk menandatangani Piagam Komitmen Kota Pusaka untuk menjalankan Rencana Aksi Kota Pusaka. Kesepuluh kota ini akan dipersiapkan untuk menjadi World Heritage City (Kota Warisan Dunia) dan akan mendapat fasilitasi untuk inventarisasi dan dokumentasi aset pusaka. Baca pos ini lebih lanjut

Festival Kopi dan Kuliner Khas Aceh 2012

Banda Aceh—Pemkot Banda Aceh menggelar festival kopi dan kuliner khas dengan tujuan meningkatkan citra positif daerah melalui promosi serta menumbuhkan rasa cinta terhadap produk lokal.

“Festival kopi dan kuliner khas Aceh telah menjadi agenda tahunan dan kami optimistis akan menyedot banyak kunjungan,” kata Kepala Dinas Kebudayaaan dan Pariwisata Kota Banda Aceh Reza Fahlevi di Banda Aceh, Rabu (31/10).

Kegiatan wisata itu selama lima hari terhitung sejak 31 Otober 2012, dan dipusatkan di Taman Sari atau pusat kota berpenduduk hampir 300 ribu jiwa tersebut. Baca pos ini lebih lanjut

Pelabuhan Ulee Lheue

Pelabuhan Ulee Lheue selama ini dikenal sebagai satu-satunya pelabuhan yang ada di Kota Banda Aceh. Luas area Pelabuhan Ferry Ulee Lheue yaitu ± 8 Ha dengan pembagian lahan untuk terminal penumpang sebagai bangunan utama, lahan parkir, dermaga kapal cepat, dermaga kapal lambat (ferry), kolam pelabuhan, dan lain-lain.

Setelah bencana tsunami pada tahun 2004, kondisi Pelabuhan Ulee Lheue sangat memprihatinkan karena tak satupun bangunan fasilitas darat yang tersisa. Padahal saat itu pelabuhan ini juga sedang dalam tahap pembangunan beberapa gedung baru. Baca pos ini lebih lanjut