Tanam pohon di RTH Gampong Lambung

????????????????????????????????????Banda Aceh – Wakil Wali Kota Banda Aceh Drs H Zainal Arifin bersama Sekda Ir Bahagia Dipl SE dan sejumlah Kepala SKPK melakukan gotong royong dan penanaman pohon di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Gampong Lambung, Meuraxa, Jumat (27/11/2015).

Menurut Kadis Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Aceh Ir Syamsul Rizal, gotong royong dan penanaman pohon pada hari ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam  rangka memperingati Hari Bakti PU ke-70. “Selain itu, kita juga menggelar sejumlah kegiatan lainnya seperti jalan santai dan lain-lain,” katanya.  Baca pos ini lebih lanjut

Iklan

Banda Aceh Go Green

B???????????????????????????????anda Aceh – Plh Walkota Banda Aceh Hj Illiza Sa’aduddin Djamal SE mengatakan kesadaran warga kota akan pentingnya keberadaan pohon semakin tinggi. Hal ini dikatakannya saat menanam pohon bersama Dirjen Bina Pengelolaan DAS Perhutanan Sosial kementerian Kehutanan Indonesia Dr Ir Hilman Nugroho MP, Sabtu (5/4/14) di Taman Wisata, tepatnya dibelakang kantor Disbudpar Kota Banda Aceh, Ule Lheu.

Lanjut Illiza, saat ini kesadaran warga kota akan pentingnya penghijauan semakin tinggi. Hal ini, Kata Illiza dapat dilihat dari semakin banyaknya keteribatan warga kota, baik secara pribadi menanam pohon di rumah maupun secara kelompok seperti kelompok tani.

???????????????????????????????“Dalam berbagai kesempatan kita lihat warga semakin mengerti akan pentingnya pohon bagi kehiidupan mereka. Tentunya ini harus kita syukuri karena sejalan dengan program Pemko yang ingin terus memperbanyakk RTH di Kota ini” ujar Illiza.

Illiza berharap, kesadaran warga kota semakin meningkat sehingga setiap lahan kosong milik warga akan menjadi hutan bagi mereka sehingga kota yang hijau seperti yang diidam-idamkan akan segera terwujud.

Dalam kesempatan tersebut, Illiza juga meminta dukungan penuh dari Kemenhut untuk menyukseskan program Banda Aceh Go Green yang sedang diwujudkan di Banda Aceh, karena menurutnya dengan dana yang terbatas Pemko memiliki sejumlah kendala dalam mensukseskan program penghijauan tersebut, dimana sesuai dengan Undang-undang setiap daerah harus memiliki RTH sebanyak 30 persen dari wilayahnya. Baca pos ini lebih lanjut

Jalur Sepeda Kota Banda Aceh

ilustrasi (informasisurabaya.com)

Pemerintah Kota Banda Aceh (Pemko) akan menyediakan jalur khusus sepeda di sepanjang jalan protokol dalam kota. Rencana itu akan diwujudkan awal tahun depan, dimulai dari Jalan T Imuem Luengbata, disusul dengan sejumlah ruas jalan lainnya.

Wali Kota Banda Aceh, Mawadry Nurdin menyebutkan, rencana itu untuk memberi rasa aman dan kenyamanan bagi para pengguna sepeda dan mengurangi dampak polusi udara, serta sebagai langkah mewujudkan Kota Banda Aceh sebagai kota hijau (green city).

“Untuk mempercepat terwujudnya Kota Banda Aceh sebagai kota hijau, tentu tidak sekedar terfokus pada penanaman pohon. Tapi, hal lain yang perlu diprioritaskan yakni sisi pengurangan polusi udara dari transportasi serta pengelolaan limbah yang ramah lingkungan,” kata Mawardy saat membuka Sosialisasi Kota Hijau, di Taman Putroe Phang, Banda Aceh, Selasa (27/11/2012). Baca pos ini lebih lanjut

Hari Tata Ruang 2012 Aceh

Peringatan Hari Tata Ruang (Haritaru) 2012 Provinsi Aceh akan dipusatkan di di lapangan sepak bola dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Gampong Lambung, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, Kamis, (8/11/12). Tema tahun ini adalah “Kota Hijau untuk Kehidupan Lebih Baik” (Green City for a Better Life). Selain di Banda Aceh, peringatan Haritaru ini juga dilaksanakan serentak di 32 provinsi lainnya di Indonesia.

dalam acara tersebut Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banda Aceh, Drs T Saifuddin TA meminta masyarakat di kota tersebut agar menanam satu pohon di setiap rumah masing-masing. Ini bertujuan mempercepat terwujudnya Kota Banda Aceh sebagai kota hijau, sejak dan nyaman. Turut hadir pada acara ini, tim pendamping Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH) Kementerian PU Zikki Adriansyah, Zainul Khalidi dari BMCK Aceh, Camat Meuraxa Faisal, unsur TNI/Polri, ulama, tokoh adat dan budayawan, PGRI dan perwakilan siswa/siswi, wartawan, pemerhati lingkungan, serta Forum Komunitas Hijau Meuraxa. Baca pos ini lebih lanjut